Pernah suatu ketika, saat tengah nyantri thariqah kepada Mbah Manshur di Pesantren Popongan, Klaten, Kyai Daris dan sahabatnya, Kyai 'Umar, berniat mencari nafkah. Setelah berembuk, keduanya bersepakat untuk menarik becak bergantian. Kyai Daris menarik becak pagi hingga siang hari, dan Kyai 'Umar mendapat giliran sore hingga malam hari.
Setelah berjalan seminggu, keduanya mulai merasakan suatu ganjalan. Adalah Kyai 'Umar yang pertama kali mempertanyakan,"Kang Daris, seandainya suatu saat kita mendapat penumpang yang minta diantar ke Bon Raja, bagaimana?" Bon Raja alias Kebon Raja adalah sebutan lama untuk Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari, tempat hiburan di pusat kota Solo, yang saat itu juga menjadi sarang kemaksiatan.
Kyai Daris pun tercenung.
Rupanya kedua tokoh yang sejak muda dikenal sangat wira'i (berhati-hati dalam menjalankan hukum agama) itu khawatir akan ikut kecipratan dosa jika mengantar penumpang ke taman hiburan itu. Saat itu juga keduanya memutuskan berhenti menarik becak. Sebagai gantinya, kedua ulama muda itu memutuskan membuka usaha mlipit, menjahit tepian kain putih yang akan digunakan sebagai bahan baku kain batik.
Narik Becak
Last update
Terima kasih sudah mampir dan membaca tulisan tulisan di atas.
Jika ingin MENGUTIP, tolong LAMPIRKAN LINK tulisan ini...Indahnya berbagi ;)
jangan lupa tinggalkan komentar ya... ;D