Pribadi
Ibnu Taimiyah memiliki banyak sisi. Sebuah peran yang sering terlihat adalah
kegiatannya menentang segala bid'ah, khurafat dan pandangan-pandangan yang
menurutnya sesat. Tak heran jika ia banyak mendapat tantangan dari para ulama.
"Sesungguhnya
saya lihat ahli-ahli bid'ah, orang-orang yang besar diombang-ambingkan hawa
nafsu seperti kaum mufalsafah (ahli filsafat), Bathiniyah (pengikut
kebathinan), Mulahadah (mereka yang keras menentang Allah) dan orang-orang yang
menyatakan diri dengan wihdatul wujud (bersatunya hamba dengan khaliq),
Dahriyah (mereka yang menyatakan segalanya waktu yang menentukan), Qadhariyah
(manusia berkehendak dan berkuasa atas segala kemauannya), Nashiriyah,
Jamhiyah, Hulliyah, mu'thilah, Mujassamah, Musyibihah, Rawandiyah, Kilabiyah,
Salimiyah dan lain-lain yang terdiri atas orang-orang yang tenggelam dalam
kesesatan, dan mereka yang telah tertarik masuk kedalamnya penuh sesat.
Sebagian besar mereka bermaksud melenyapkan syari'at Muhammad yang suci, yang berada diatas segala agama. Para pemuka aliran sesat tersebut menyebabkan manusia berada dalam keraguan tentang dasar-dasar agama mereka. Sedikit sekali saya mendengan mereka menggunakan Al-qur'an dan hadits dengan sebenarnya. Mereka adalah orang-orang zindiq yang tak yakin dengan agama. Setelah saya melihat semua itu, jelaslah bagi saya bahwa wajib bagi setiap orang yang mampu untuk menentang kebathilan serta melemahkan hujjah-hujjah mereka, untuk mengerahkan tenaganya dalam menyingkap keburukkan-keburukkannya dan membatalkan dalil-dalilnya." Demikian diantara beberapa pendapatnya yang mendapat tantangan dari mereka yang merasa dipojokkan dan disalahkan.
> Baca juga Biografi Singkat Ibnu Taimiyah.
Sebagian besar mereka bermaksud melenyapkan syari'at Muhammad yang suci, yang berada diatas segala agama. Para pemuka aliran sesat tersebut menyebabkan manusia berada dalam keraguan tentang dasar-dasar agama mereka. Sedikit sekali saya mendengan mereka menggunakan Al-qur'an dan hadits dengan sebenarnya. Mereka adalah orang-orang zindiq yang tak yakin dengan agama. Setelah saya melihat semua itu, jelaslah bagi saya bahwa wajib bagi setiap orang yang mampu untuk menentang kebathilan serta melemahkan hujjah-hujjah mereka, untuk mengerahkan tenaganya dalam menyingkap keburukkan-keburukkannya dan membatalkan dalil-dalilnya." Demikian diantara beberapa pendapatnya yang mendapat tantangan dari mereka yang merasa dipojokkan dan disalahkan.
> Baca juga Biografi Singkat Ibnu Taimiyah.

Terima kasih sudah mampir dan membaca tulisan tulisan di atas.
Jika ingin MENGUTIP, tolong LAMPIRKAN LINK tulisan ini...Indahnya berbagi ;)
jangan lupa tinggalkan komentar ya... ;D